Umumnya, istilah layout plan untuk mendefinsikan denah. Istilah ini familiar bagi anak arsitek ataupun anak teknik sipil yang berfokus pada konstruksi bangunan. Bentuk desainnya bisa untuk desain ruangan (interior), desain bangunan (interior dan eksterior/lingkungan terdekat dari bangunan tersebut), atau desain kawasan (sekelompok bangunan kecil dalam suatu area). Lebih detail dari floor plans.
Di layout plan pembagian ruangan sudah lebih rinci dengan menampilkan tata letak kamar utama, kamar biasa, toilet, dapur, ruang olahraga/gym,
ruang tamu, ruang tengah, ruang belajar, ruang kantor dll. Penamaan
tiap ruangan-ruangan ini bisa sudah disertakan baik ketika masih floor plan ataupun layout plan.
Di layout plan biasanya sudah menampilkan hatch (motif/arsiran) lantai atau di furnitur-furnitur lainnya dengan dasar warna hitam-putih, gradasi abu-abu atau monochrome. Hatch bertujuan untuk menampilkan jenis material yang kemungkinan diaplikasikan pada lantai tersebut.
Definisi 'lingkungan terdekat’ dari desain layout plan dimaksudkan ketersediaan koridor taman, taman, carport, kolam renang, kebun, dll. Teras, beranda, dan/atau balkon bisa dianggap sebagai lingkungan terdekat karena sifatnya additional.
Perlengkapan
fitur juga biasanya lebih detail. Furnitur yang menandakan ruang kamar
bukan hanya sekedar tempat tidur tapi bisa juga ditambahkan meja
samping, lemari baju, meja untuk make-up, TV, lemari buku, atau
furnitur tambahan lainnya. Contoh lain, furnitur yang menandakan kamar
mandi bukan hanya sekedar kloset saja, tapi bisa juga ditambahkan washbasin, shower, bathtub,
keset kamar mandi, vanity (wastafel dengan kabinet bawah), kabinet
obat, dll. Begitu juga perlengkapan furnitur di ruangan yang lain bisa
ditambahkan sesuai selera pemberi tugas/pemilik proyek. Untuk
mempersingkat waktu pengerjaan, furnitur blocks bisa diambil dari DesignCenter (yang disediakan oleh AutoCAD, tapi tidak begitu variatif) atau unduh saja blocks .dwg gratisan yang banyak berseliweran di internet.
Selain dimensi (panjang dan lebar) dan elevasi lantai, di layout plan juga sudah menyertakan:
a) Ukuran skala (biasanya skala dibuat 1:100 s/d 1:500)
b) Arah utara (sebagai patokan muka bangunan akan dibangun menghadap ke sisi mana)
c) Arah sirkulasi (bila ingin dibuatkan)
Misalnya kebutuhan lebih dari 1 lantai, penamaan layout plan disesuaikan dengan jumlah lantai yang direncanakan (denah lantai 1, denah lantai 2, dst.). Jika dalam 1 berkas DED, layout plan dan site plan dimaksudkan sebagai dua dokumen yang berbeda, biasanya di layout plan menampilkan notasi grid sedangkan di site plan sudah menyertakan notasi grid sekaligus section lines (garis potong) berikut arah pandang potong bangunannya.
Jika tujuan desainnya adalah berupa kawasan, terkadang layout plan dapat bersifat interchangeable dengan site plan. Perbedaannya, lingkup layout plan lebih kecil/terbatas dibandingkan site plan, karena layout plan menampilkan sekelompok bangunan kecil dalam kawasan tersebut. Contoh, desain area kompleks perumahan skala kecil, area sekolah, area pabrik, area kafe, area supermarket, area mall/pusat perbelanjaan, area pasar modern, area gedung kantor, dll.
Kita ambil contoh desain area kompleks perumahan. 'Lingkungan terdekat’ dari desain layout plan
area kompleks perumahan misalnya gardu keluar masuk kendaraan dan
batas-batas area (berbatasan dengan kawasan lain/gedung/taman/hutan
kecil/kolam/waduk, atau apa).
Contoh lain, desain area sekolah. 'Lingkungan terdekat' dari desain layout plan area sekolah misalnya pintu gerbang, lahan parkir, lapangan olahraga, taman, tempat ibadah, dll. Beberapa tempat seperti kantin, aula, atau perpustakaan bisa dibuatkan berada di dalam/menempel gedung utama atau dibuat terpisah dari gedung utama.
Contoh lain, desain area pabrik. 'Lingkungan terdekat' dari desain layout plan area pabrik misalnya pos penjaga, pintu gerbang, lahan parkir, tempat ibadah, gardu instalasi listrik. Sama seperti desain area sekolah, ada beberapa tempat di area pabrik yang bisa dibuatkan di dalam/menempel gedung utama atau dibuat terpisah dari gedung utama misalnya kantin, gudang penyimpanan bahan baku, mess karyawan, dll.
Untuk layout plan desain
infrastruktur bangunan darat lainnya seperti bandara, area tambatan
perahu (kecil), dermaga, marina, pelabuhan, terminal, stasiun kereta,
halte, dll.,kurang lebih juga sama seperti layout plan untuk kawasan. Layout plan desain infrastruktur untuk jalan, jembatan, rel kereta, dan tunnel (terowongan) juga sama saja.
Hal
yang harus tetap diperhatikan adalah kawasan dengan lingkup besar dan
yang diperuntukkan untuk fungsi khusus tetap harus dibuatkan layout plan-nya, dimana site plan berfungsi menunjukkan gambaran menyeluruh pada lahan tersebut. Walaupun terlihat seperti tidak ada bedanya dengan layout plan, biasanya site plan-nya
dibuat lebih rinci dengan adanya jaringan utilitas, jaringan listrik,
jaringan perpipaan air (bila dibutuhkan), jaringan perpipaan pembuangan
limbah (bila diperlukan), sistem drainase dan semacamnya. Oleh karena
itu, biasanya dalam suatu folder DED perencanaan infrastruktur dengan
skala besar sudah pasti menyediakan layout plan, site plan dan master plan sebagai 3 dokumen yang berbeda.
No comments:
Post a Comment