Friday, January 23, 2026

Menghentikan Operasi pada HD External

 


Pagi ini saya mengalami kesulitan untuk melakukan eject pada external hardisk saya. Sebenarnya bukan hal baru, karena saya yakin bukan hanya saya, tapi diantara kita pengguna perangkat USB drive pasti pernah mengalami hal yang sama.

Beberapa diantara kita mungkin ada yang main langsung cabut saja, padahal keadaan itu tidak dibenarkan. Coba bayangkan saja, suatu mesin sedang bekerja, terus tiba-tiba mati listrik atau colokannya sengaja dicabut begitu saja. Bukankah tindakan itu lama-lama akan merusak mesin itu sendiri?

Cara yang paling sederhana dan masih bisa diterima adalah mematikan perangkat PC/laptop kemudian di-unplug

Setelah melakukan shutdown, cek terlebih dahulu apakah semua lampu indikator pada PC/laptop sudah tidak ada lagi yang menyala. Jika sudah, terutama yang lampu POWER ON, berarti PC/laptop dapat dikatakan sudah dalam keadaan aman untuk melakukan unplug pada semua USB drive yang dipakai.

Berikut adalah tampilan lampu-lampu indikator pada perangkat laptop saya. Tiap merk laptop bisa memiliki jumlah dan letak lampu indikator yang berbeda.

 

(ki-ka : Lampu POWER ON, lampu CHARGING,  lampu HARD DISK, lampu WiFi,

lampu NUMLOCK, lampu CAPSLOCK )


Cara kedua adalah melakukan offline disk melalui Command Prompt.

1) Buka Command Prompt, pastikan dalam keadaan 'Run as Administrator'.

2) Lakukan DISKPART untuk melihat opsi perintah apa saja yang berlaku jika berkaitan dengan disk, partisi, volume dan virtual volume yang tersedia.

3) Lakukan LIST DISK untuk melihat daftar disk yang terkoneksi. Disk dalam artian disini adalah perangkat penyimpanan fisik yang terhubung ke PC/laptop, baik itu HD external, SSD, atau USB drive.

4) Lakukan SELECT DISK [number] untuk memilih disk yang akan dikerjakan.

5) Lakukan OFFLINE DISK. Sistem akan langsung melakukan offline pada disk yang terpilih. 

 

 

 

 

Ingat untuk berhati-hati jika bekerja dengan Command Prompt yang sifatnya 'Run As Administrator' karena pekerjaan ini sifatnya akses langsung ke disk, partisi, dan volume jadi beberapa perintah tidak bisa di-undo.

Thursday, January 15, 2026

Apa itu Layout Plan?

 


Umumnya, istilah layout plan untuk mendefinsikan denah. Istilah ini familiar bagi anak arsitek ataupun anak teknik sipil yang berfokus pada konstruksi bangunan. Bentuk desainnya bisa untuk desain ruangan (interior), desain bangunan (interior dan eksterior/lingkungan terdekat dari bangunan tersebut), atau desain kawasan (sekelompok bangunan kecil dalam suatu area). Lebih detail dari floor plans.

1) Di layout plan pembagian ruangan sudah lebih rinci dengan menampilkan tata letak kamar utama, kamar biasa, toilet, dapur, ruang olahraga/gym, ruang tamu, ruang tengah, ruang belajar, ruang kantor dll. Penamaan tiap ruangan-ruangan ini bisa sudah disertakan baik ketika masih floor plan ataupun layout plan.


2) Di layout plan biasanya sudah menampilkan hatch (motif/arsiran) lantai atau di furnitur-furnitur lainnya dengan dasar warna hitam-putih, gradasi abu-abu atau monochrome. Hatch bertujuan untuk menampilkan jenis material yang kemungkinan diaplikasikan pada lantai tersebut.

 

3) Definisi 'lingkungan terdekat’ dari desain layout plan dimaksudkan ketersediaan koridor taman, taman, carport, kolam renang, kebun, dll. Teras, beranda, dan/atau balkon bisa dianggap sebagai lingkungan terdekat karena sifatnya additional.

 

4) Perlengkapan fitur juga biasanya lebih detail. Furnitur yang menandakan ruang kamar bukan hanya sekedar tempat tidur tapi bisa juga ditambahkan meja samping, lemari baju, meja untuk make-up, TV, lemari buku, atau furnitur tambahan lainnya. Contoh lain, furnitur yang menandakan kamar mandi bukan hanya sekedar kloset saja, tapi bisa juga ditambahkan washbasin, shower, bathtub, keset kamar mandi, vanity (wastafel dengan kabinet bawah), kabinet obat, dll. Begitu juga perlengkapan furnitur di ruangan yang lain bisa ditambahkan sesuai selera pemberi tugas/pemilik proyek. Untuk mempersingkat waktu pengerjaan, furnitur blocks bisa diambil dari DesignCenter (yang disediakan oleh AutoCAD, tapi tidak begitu variatif) atau unduh saja blocks .dwg gratisan yang banyak berseliweran di internet.

 

5) Selain dimensi (panjang dan lebar) dan elevasi lantai, di layout plan juga sudah menyertakan:

    a) Ukuran skala (biasanya skala dibuat 1:100 s/d 1:500)

    b) Arah utara (sebagai patokan muka bangunan akan dibangun menghadap ke sisi mana)

    c) Arah sirkulasi (bila ingin dibuatkan) 


6) Misalnya kebutuhan lebih dari 1 lantai, penamaan layout plan disesuaikan dengan jumlah lantai yang direncanakan (denah lantai 1, denah lantai 2, dst.). Jika dalam 1 berkas DED, layout plan dan site plan dimaksudkan sebagai dua dokumen yang berbeda, biasanya di layout plan menampilkan notasi grid sedangkan di site plan sudah menyertakan notasi grid sekaligus section lines (garis potong) berikut arah pandang potong bangunannya.

 

Jika tujuan desainnya adalah berupa kawasan, terkadang layout plan dapat bersifat interchangeable dengan site plan. Perbedaannya, lingkup layout plan lebih kecil/terbatas dibandingkan site plan, karena layout plan menampilkan sekelompok bangunan kecil dalam kawasan tersebut. Contoh, desain area kompleks perumahan skala kecil, area sekolah,  area pabrik, area kafe, area supermarket, area mall/pusat perbelanjaan, area pasar modern, area gedung kantor, dll.

Kita ambil contoh desain area kompleks perumahan. 'Lingkungan terdekat’ dari desain layout plan area kompleks perumahan misalnya gardu keluar masuk kendaraan dan batas-batas area (berbatasan dengan kawasan lain/gedung/taman/hutan kecil/kolam/waduk, atau apa).

Contoh lain, desain area sekolah. 'Lingkungan terdekat' dari desain layout plan area sekolah misalnya pintu gerbang, lahan parkir, lapangan olahraga, taman, tempat ibadah, dll. Beberapa tempat seperti kantin, aula, atau perpustakaan bisa dibuatkan berada di dalam/menempel gedung utama atau dibuat terpisah dari gedung utama.

Contoh lain, desain area pabrik. 'Lingkungan terdekat' dari desain layout plan area pabrik misalnya pos penjaga, pintu gerbang, lahan parkir, tempat ibadah, gardu instalasi listrik. Sama seperti desain area sekolah, ada beberapa tempat di area pabrik yang bisa dibuatkan di dalam/menempel gedung utama atau dibuat terpisah dari gedung utama misalnya kantin, gudang penyimpanan bahan baku, mess karyawan, dll.

Untuk layout plan desain infrastruktur bangunan darat lainnya seperti bandara, area tambatan perahu (kecil), dermaga, marina, pelabuhan, terminal, stasiun kereta, halte, dll.,kurang lebih juga sama seperti layout plan untuk kawasan. Layout plan desain infrastruktur untuk jalan, jembatan, rel kereta, dan tunnel (terowongan) juga sama saja. 


7) Hal yang harus tetap diperhatikan adalah kawasan dengan lingkup besar dan yang diperuntukkan untuk fungsi khusus tetap harus dibuatkan layout plan-nya, dimana site plan berfungsi menunjukkan gambaran menyeluruh pada lahan tersebut. Walaupun terlihat seperti tidak ada bedanya dengan layout plan, biasanya site plan-nya dibuat lebih rinci dengan adanya jaringan utilitas, jaringan listrik, jaringan perpipaan air (bila dibutuhkan), jaringan perpipaan pembuangan limbah (bila diperlukan), sistem drainase dan semacamnya. Oleh karena itu, biasanya dalam suatu folder DED perencanaan infrastruktur dengan skala besar sudah pasti menyediakan layout plan, site plan dan master plan sebagai 3 dokumen yang berbeda.


Praktisi yang bergerak di bidang konstruksi bangunan atau kawasan cenderung menggunakan software SketchUp ketimbang AutoCAD 2D untuk membuat layout plan karena fiturnya lebih bervariatif sehingga output visualisasinya terlihat lebih nyata (bisa dibayangkan hasilnya sesuai dengan yang ingin dibuat di lapangan).

Wednesday, January 14, 2026

Apa itu Floor Plan?

 


Lebih sering disebutkan dalam membuat desain bangunan. Berfokus pada detail interior suatu desain ruangan atau desain bangunan 1 lantai. Di floor plan menampilkan pembagian ruangan, dinding, pintu, jendela, tangga, dan terkadang menampilkan perlengkapan furnitur walau tidak terlalu detail. Sudah menampilkan dimensi (panjang dan lebar) tiap pembagian ruangan dan elevasi lantainya. Beberapa contoh vegetasi ada yang bisa ditampilkan di floor plan walau tidak begitu detail. Keseluruhan floor plan ini masih bersifat hitam-putih atau gradasi abu-abu.

Sunday, January 11, 2026

Perangkat Lunak yang Ingin Saya Pelajari Kembali di Tahun 2026

 

 

Pada tahun 2022 lalu, saya pernah membagikan artikel terkait perangkat lunak yang wajib dipelajari oleh praktisi yang memiliki latar belakang dari teknik sipil (baca disini). Tapi setelah dua tahun berlangsung, saya merasa tidak perlu untuk menguasai semua perangkat lunak, yang penting menguasai 1 atau 2 perangkat lunak yang memang terkait dengan studi atau pekerjaan kita.

Bahkan ketika Anda sedang mencari pekerjaan sekalipun, dan ketika saya juga dalam periode-periode mencari pekerjaan alias pengangguran, saya juga lebih senang mempelajari perangkat-perangkat lunak yang memang saya ketahui saja. Hanya saja, yang saya lakukan adalah mengerjakan ulang bentuk-bentuk kasus lama, kasus baru namun bentuknya kurang lebih sama dengan yang saya temui di lapangan, maupun kasus-kasus baru. Misalnya seperti pemecahan kasus-kasus dengan bentuk kondisi yang baru, saya akan menghabiskan waktu untuk cari-cari tips di situs-situs edukasi terkait topik ataupun video-video tutorial di YouTube.

Kalau itu sih saya. Toh pada intinya semua perangkat-perangkat itu memberikan fitur-fitur yang kurang lebih sama dengan tujuan yang sama. Lagipula, saya masih punya agenda lain yaitu mempelajari kembali 3 bahasa asing dan mendapatkan sertifikat bahasa seperti yang sudah saya sampaikan di artikel saya yang sebelumnya (baca disini)

Namun, jikalau kalian tetap ingin mempelajari beragam perangkat lunak dengan harapan memperbesar peluang di terima oleh perusahaan idaman, ya itu juga sangat dipersilakan.

Jadi, berikut adalah daftar perangkat lunak yang ingin saya pelajari kembali di tahun 2026.

1) AutoCAD 2D

2) Revit

3) Civil 3D

4) Ms.Excel

5) Ms. Project (belajar ini saja ketimbang Primavera ataupun Procore, toh intinya sama dan beberapa perusahaan juga masih banyak yang pakai Ms.Project bahkan ada masih bikin kurva-S dengan Ms.Excel saja)

6) HEC-RAS

7) ETABS

8) STAAD.Pro

9) SAP2000

10) SketchUp


Karena selama dua tiga tahun berlangsung saya tidak terlalu sering berkaitan dengan mapping yang gimana-gimana, jadi kayak AutoCAD Map, ArchGIS, QGIS, tidak pernah saya handle makanya saya buang dari daftar.

Pemodelan geoteknik dan semacamnya, tidak pernah saya handle juga makanya saya buang dari daftar.

Perangkat-perangkat lunak untuk BIM, saya cukup fokuskan ke 1 saja yaitu Revit dan Civil 3D. Sebenarnya, Naviswork bagus, tapi spesifikasinya lebih cocok untuk teknik industri dan teknik mesin, bukan untuk saya. Toh masih lebih banyak yang pakai Civil 3D ketimbang Naviswork jika kita berbicara soal teknik sipil.

Dulu saya juga sempat menggilai ArchiCAD, cuma ya sudahlah, jika saya benar-benar punya banyak waktu luang, saya mungkin akan mempertimbangkan untuk kembali mempelajari ArchiCAD. Memang benar ada beberapa perusahaan yang pakai ArchiCAD tapi mungkin...ya nanti-nanti saja saya pelajari kembali. Tekla juga bagus, tapi ya itu, nanti-nanti saya pelajari kembali. Saya benar-benar butuh waktu untuk mempelajari bahasa-bahasa asing itu karena tujuan scholarship saya di tahun 2027 nanti.

Oke mungkin ini saja yang sekedar ingin saya bagikan sekaligus jadi reminder buat saya di sepanjang tahun 2026. Intinya, ya kerja seperti biasa, belajar supaya lulus CPNS, belajar kembali softwares lama, dan belajar 3 bahasa asing supaya bisa lolos scholarship di tahun 2027.



Thursday, January 8, 2026

Merencanakan Kehidupan di Sepanjang Tahun 2026


Dulu saya sempat mempelajari beberapa bahasa asing dan kemampuan itu sudah memudar sudah cukup lama. Saya berkeinginan mempelajari kembali bahasa-bahasa asing tersebut dengan tujuan scholarship di tahun 2027. Di sepanjang tahun 2026 ini, saya rasa cukup untuk mempelajari 3 bahasa asing sekaligus dan mendapatkan sertifikat valid untuk masing-masing bahasa agar bisa mengambil scholarship di tahun 2027.

Selain mempelajari 3 bahasa asing tadi, saya juga harus tetap belajar supaya bisa mengusahakan lulus CPNS. Mengapa masih bertahan? Karena saya rasa pekerjaan itulah yang paling akan membuat pikiran orang tua saya senang dan tenang. Walaupun akhir-akhir ini mereka tidak terlalu sering memaksa hal itu lagi, tapi ya hanya itu satu-satunya pekerjaan idaman di negara tercinta ini. Target saya awalnya adalah direktorat BM sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Jadi selama periode pembukaan CPNS belum ada, saya masih harus belajar latihan-latihan soal mutakhir CPNS dan tips-tips rumus cepat agar bisa lulus CPNS di provinsi target saya itu.

Jika Tuhan memberkati saya lulus CPNS sekalipun, saya tetap akan mempelajari bahasa-bahasa asing itu karena masih ada tersedia kuliah daring jarak jauh. Jadi saya tinggal mencari universitas-universitas yang bahasa pengantar utamanya menggunakan bahasa-bahasa asing itu namun menerima perkuliahan daring jarak jauh yang memang ijazahnya valid dan bisa disetarakan seperti ijazah-ijazah kampus LN offline pada umumnya.

Namun, walaupun saya sedang mengejar scholarship ataupun lulus CPNS, saya juga tetap harus fokus pada pekerjaan dan kehidupan yang ada. Lulus di salah satu target itu PASTI, tapi kehidupan tetap harus dijalani dengan lempeng.

Hidup lempeng, tapi tetap punya target.

Hidup punya target, tapi tetap harus lempeng.

Hidup ini tetap jalan sendiri-sendiri, biarlah kita hidup dengan cara dan ritme kita sendiri dan orang lain dengan cara dan ritme mereka sendiri.

Tuesday, June 6, 2023

Could not Determine SDK root

 




Seperti yang kita ketahui untuk membuat aplikasi Android, sangat direkomendasikan menggunkan Android Studio. Namun, ada beberapa kendala yang membuat saya tidak bisa menggunakan perangkat lunak tersebut, ya taulah ya kalau Android Studio itu membutuhkan memori yang besar, RAM yang mumpuni juga buat running emulatornya, sedangkan spek laptop saya cukup menyedihkan. Apalagi ketika tahu bahwa tambahan RAM yang sudah saya beli di waktu lampau yang sebenarnya terdeteksi oleh CPU-Z, tapi tidak terbaca oleh environment system di laptop ini.

Biasanya saya atasi dengan menggunakan SDK-nya saja. Tapi ketika saya mengakses kembali laman Android Studio, jika tidak mau pakai Android Studio, kita diarahkan untuk penggunaan Command Line.

Jadi setelah mengunduh Command Line ini, saya ingin melakukan beberapa pengecekan standar apakah sudah terpasang dengan benar atau belum. Seperti biasanya, cek versi saja.
Perintah yang dimasukkan adalah : sdkmanager --version

Jika mendapat galat berupa 'Could not determine SDK root', berarti environment-nya Android ini harus ditambahkan ke sistem komputer Anda.


Masuk ke environment system dan tambahkan path untuk Android ini.


Yang saya lakukan adalah membuat path baru untuk Android baik di user variable dan sistem variable. Alasannya adalah karena saya memasang Android Command Line ini tidak di direktori default C: melainkan direktori cadangan, jadi supaya terdeteksi secara global, saya buat saja path baik di user variable dan system variable.
Selain membuat path baru, saya juga tetap menambahkan path Android (nama alamat yang disalin harus yang berakhiran .bin) di path user variable dan system variable yang sudah ada.
Hal ini saya lakukan supaya saya tidak repot dua kali untuk pengecekan.

Jika mengikuti langkah-langkah diatas, seharusnya sdkmanager-nya sudah terdeteksi oleh sistem.




Menghentikan Operasi pada HD External

  Pagi ini saya mengalami kesulitan untuk melakukan eject pada external hardisk saya. Sebenarnya bukan hal baru, karena saya yakin bukan ha...