CCP2

Wednesday, March 11, 2026

Mau Cari Rumah tapi Takut Rawan Banjir? Cek Dulu Melalui Dua Situs Ini! - Bagian 1

 


Sebelum membeli rumah, sangat penting sekali untuk mengecek apakah area permukiman itu termasuk langganan banjir atau tidak. Perabotan rumah tangga rusak dan pasti lama-lama menjadi lapuk, rutinitas yang menyebalkan harus membersihkan bekas banjir, bahkan mungkin tidak mungkin penghuninya bisa ikutan hanyut atau rumah tiba-tiba roboh karena tidak mampu menahan dorongan air dalam jumlah besar secara tiba-tiba, dan permasalahan-permasalan lainnya.

Nah, coba cek dulu dua situs ini buat cek apakah suatu area itu rawan banjir atau tidak.

1) Peta Bencana

Situs Peta Bencana adalah platform pemetaan bencana berbasis data terbuka terbesar di Indonesia, yang menampilkan data real-time atau terbaru yang langsung dari dan kembali kepada masyarakat yang terdampak berbagai tantangan lingkungan. Dengan mendeteksi, memverifikasi, dan mengkategorikan tingkat keparahan bencana secara langsung, platform ini memungkinkan warga, pengambil keputusan darurat, kelompok tanggap bencana untuk membuat keputusan yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis informasi


Tidak hanya banjir, situs Peta Bencana juga menyediakan informasi gempa bumi, angin kencang, kebakaran hutan, dll. di titik-titik lokasi di seluruh Indonesia. 


Akses terakhir saya itu di hari Minggu, tanggal 8 Maret 2026, jam 12:32 PM. Dari tangkapan layar diatas dapat kita ketahui bahwa terdapat 5 (lima) laporan aktif yang tersebar di 3 (tiga) lokasi antara lain di provinsi DK Jakarta (2 titik lokasi), provinsi Jawa Tengah (2 titik lokasi) dan provinsi Bali (1 titik lokasi).

Untuk mengetahui makna dari masing-masing legend bisa klik tombol yang berada di sisi kanan layar (lihat gambar dibawah, panah merah)

Setiap legend juga sudah disertai informasi range kesiagaan (lihat gambar dibawah).

 

Misal, kita perbesar untuk provinsi DK Jakarta (lihat gambar dibawah ini). Laporan tersebut untuk titik lokasi banjir dimana laporannya berasal dari masyarakat sekitar yang diterima oleh Peta Bencana pada tanggal 8 Maret 2026, jam 9:59 AM.

 

*update:

Saya kembali mengakses titik lokasi ini di hari yang sama, di jam 1:41 PM, kini tersisa 4 laporan aktif saja. Ketika saya cek ternyata titik lokasi banjir tadi sudah tidak ada. Mungkin, air muka banjir sudah surut karena Pemkot setempat sudah melakukan penanganan pada titik lokasi tersebut (lihat gambar dibawah)


Jika ada masyarakat yang mau melaporkan daerahnya yang terkena bencana, situs Peta Bencana menyediakan fitur untuk KIRIM LAPORAN yang tersedia via WhatsApp, Messenger ataupun Telegram.


Setelah saya menggunakan situs Peta Bencana ini, kekurangan situs ini adalah belum bisa mencari lokasi berdasarkan inputan user karena ketika saya mencoba membuat inputan berdasarkan nama provinsi/kota/kabupaten/kecamatan selalu 'TIDAK ADA HASIL'. Ada beberapa script yang harus ditambahkan developer-nya supaya user bisa mencari sesuai titik lokasi inputan.

 
 
 


Menurut saya, situs Peta Bencana ini juga bersifat tidak real-time karena bergantung pada laporan masyarakat dan laporan aktif dianggap selesai jika memang sudah tertangani atau sudah dianggap selesai oleh pemda setempat.
Ada juga beberapa jenis laporan bencana yang tetap dalam status siaga (sudah terlaporkan beberapa tahun yang lewat walaupun tidak dianggap sebagai laporan aktif) seperti laporan status siaga gunung api.

 
 
Nah, ini catatan yang bisa diperhatikan dalam penggunaan situs Peta Bencana. Jangan lupa, cek bagian 2 disini

No comments:

Post a Comment

Mau Cari Rumah tapi Takut Rawan Banjir? Cek Dulu Melalui Dua Situs Ini! - Bagian 1

  Sebelum membeli rumah, sangat penting sekali untuk mengecek apakah area permukiman itu termasuk langganan banjir atau tidak. Perabotan rum...