CCP2

Showing posts with label webinar. Show all posts
Showing posts with label webinar. Show all posts

Wednesday, January 4, 2023

Investigasi Kecelakaan Kerja - ILCI Loss Caution Model

 


Berdasarkan teori ILCI Loss Caution Model (Bird dan Germain, 1985) terkait teori Domino dalam melakukan investigasi kecelakaan kerja. Jadi digunakan secara mundur, dimulai dari penemuan kerugian.

1) Lemahnya Kontrol
- program tak sesuai
- standar tak sesuai
- kepatuhan pelaksanaan

2) Sebab Dasar
- Faktor perorangan
- Faktor kerja
 
Faktor perorangan, termasuk:
2a.1) kemampuan fisik tidak layak
2a.2) kemampuan mental tidak layak
2a.3) stress fisik
2a.4) stress mental
2a.5) kurang pengetahuan
2a.6) kurang keahlian
2a.7) motivasi tidak layak

Faktor kerja, termasuk:
2b.1) pengawasan/kepemimpinan
2b.2) engineering
2b.3) pengadaan/purchasing
2b.4) kurang peralatan
2b.5) maintenance
2b.6) standar kerja
2b.7) salah pakai/salah menggunakan

3) Penyebab Langsung
- perbuatan tak aman dan kondisi tak aman
 
Perbuatan tak aman, termasuk:
3a.1) operasi tanpa otorisasi
3a.2) gagal memperingatkan
3a.3) gagal mengamankan
3a.4) kecepatan tidak layak
3a.5) membuat alat pengaman tidak berfungsi
3a.6) pakai alat rusak
3a.7) pakai APD tidak layak
3a.8) pemuatan tidak layak
3a.9) penempatan tidak layak
3a.10) mengangkat tidak layak
3a.11) posisi tidak aman
3a.12) servis alat beroperasi
3a.13) bercanda, main-main
3a.14) mabok alkohol, obat
3a.15) gagal mengikuti prosedur

Kondisi tak aman, termasuk:
3b.1) pelindung/pembatas tidak layak
3b.2) APD kurang, tidak layak
3b.3) peralatan rusak
3b.4) ruang kerja sempit/terbatas
3b.5) sistem peringatan kurang
3b.6) bahaya kebakaran
3b.7) kebersihan dan kerapian kurang
3b.8) kebisingan
3b.9) terpapar radiasi
3b.10) temperatur ekstrim
3b.11) penerangan tidak layak
3b.12) ventilasi tidak layak
3b.13) lingkungan tidak aman

4) Insiden
- Kejadian (kontak dengan energi atau bahan/zat)
 
Insiden, termasuk:
4.1) struck against --> menabrak benda diam/bergerak
4.2) struck by --> terpukul/tertabrak oleh benda bergerak
4.3) fall to --> jatuh dari tempat yang lebih tinggi
4.4) fall on --> jatuh dari tempat yang datar
4.5) caught in --> tertusuk, terjepit, tercubit benda runcing
4.6) caught on --> terjepit, tertangkap, terjebak diantara objek-objek besar
4.7) caught between --> terpotong, hancur, remuk
4.8) contact with --> listrik, kimia, radiasi, panas, dingin
4.9) overstress --> terlalu berat, cepat, tinggi, besar
4.10) equipment failure --> kegagalan mesin, peralatan
4.11) environmental release --> masalah pencemaran

5) Kerugian
- Kecelakaan atau kerusakan yang tak diharapkan

Monday, January 2, 2023

Investigasi Kecelakaan Kerja (1)

 


Berikut adalah informasi yang disampaikan dalam webinar Investigasi Kecelakaan Kerja yang saya ikuti beberapa minggu yang lalu.

Mengapa investigasi kerja itu perlu? 
Karena selalu ada ancaman dalam suatu adegan bisnis baik itu input, process, hingga output, bahkan ke individu pelaku atau ke lingkungan si pelaku/korban. Apabila aspek input berhenti, proses juga berhenti, output pun ikut berhenti. Jika ancaman itu sudah terjadi, itulah yang disebut dengan kecelakaan kerja.
 
 
Apa itu kecelakaan kerja? (Permenaker 03/Men/1998)
Kecelakaan kerja adalah semua kejadian yang tidak direncanakan yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan cidera, kesakitan, kerusakan, atau kerugian lainnya;
Kecelakaan kerja juga dapat diartikan suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan/atau harta benda. 
 
 
Apa itu investigasi? (KBBI)
Investigasi adalah penyelidikan dengan mencatat atau merekam fakta melakukan peninjauan, percobaan, dan sebagainya, dengan tujuan memperoleh jawaban atas pertanyaan (tentang peristiwa, sifat, atau khasiat suatu zat, dan sebagainya);
Investigasi juga dapat diartikan sebagai penyidikan.
 
 
Apa itu penyelidikan?
Suatu proses sistematis untuk menentukan penyebab utama/akar masalah suatu insiden dengan tujuan menentukan tindakan terencana untuk mencegah insiden yang sama atau serupa. 
 
 
Bagaimana tahapan penyelesaian yang semestinya?
Kecelakaan kerja --> investigasi --> diperbaiki
Perbaikan dibuat di management system yang sudah ada berdasarkan rekomendasi hasil dari investigasi kerja.
 
 
Ketika sudah melakukan penyelesaian, mengapa kecelakaan serupa masih terjadi?
Metodenya salah, masih keliru, jadi harus diinvestigasi ulang

Mengapa investigasi kecelakaan kerja itu perlu? 
Golnya adalah PERBAIKAN PADA MANAGEMENT SYSTEM. Perbaikan akan menghasilkan proses baru yang dianggap lebih baru, lebih efektif.
1) Mendapatkan kronologi kecelakaan yang benar dan menetapkan faktor-faktor bahaya
2) Mengumpulkan data/informasi sebagai bahan analisa untuk menentukan penyebab kecelakaan
3) Menentukan akar penyebab kejadian kecelakaan kerja (mencari apa yang salah sehingga menyebabkan kecelakaan)
4) Menetapkan rekomendasi tindakan perbaikan
5) Memperbaiki kualitas keselamatan kerja.

 

Apa saja kerugian yang timbul akibat kecelakaan kerja?
Ada 2 (dua) jenis kerugian yang dapat timbul akibat kecelakaan kerja yaitu Kerugian yang Terlihat dan yang Tak Terlihat.
 
Kerugian yang Terlihat, antara lain:
- korban jiwa (paling fatal)
- korban luka
- biaya pengobatan
- kerusakan properti
 
Kerugian yang Tak Terlihat, antara lain:
- operasi terhenti
- investigasi perlu dilakukan (ulang)
- rekrutmen tenaga kerja baru
- pembangunan kembali fasilitas
- upah untuk lost time
- berpengaruh kepada citra perusahaan
- tuntutan ganti rugi
- biaya melatih pekerja baru 
- masa depan keluarga 
- kesedihan keluarga
- profit perusahaan berdampak negatif (mengalami penurunan)
- cacat tetap bagi korban
- biaya rehabilitasi bagi korban, yang tidak jarang nominalnya pasti besar

Saturday, December 10, 2022

Webinar ICEE ITB 2023 sesi 2 - Green Design Building with ArchiCAD (part 2 - end)

 

 

Baca part 1-nya disini

Apa yang ditawarkan oleh ArchiCAD dalam konsep GDB? (Objectives GBD in ArchiCAD)

- Estimates the building's primary energy demands issue energy performance reports

- Analysize which part contributes the heaviest to the energy consumption

- Compare design option and optimize (clash detection?)
 
Parameter 1 : SUSTAINABLE SOLUTION NEED
1) Schematic design (massing, orientation, zoning, building materials)
2) Design developing (low energy building design)
3) Construction documents (bulding model data export to 3rd party calculator software and building energy performance rating standard doc)

Parameter 2 : ENERGY ANALYSIS WORKFLOW
- model preparation
- energy-related data input (all about the building model)
- convert to BEM (building energy model) generation
- baseline design (energy performance evaluation)
 
Goal 1 : improved design (berarti design lama diperbaiki)
Goal 2 : improved BEM --> baseline (BEM export for certification)
Goal 3 : energy performance evalution (design option) --> baseline design dari goal kedua

Di ArchiCAD ada fitur Environmental Inputs, jadi kita input longitude dan latitude dari server (to do the energy calculation), masuk ke database mereka, jadi bisa kita pakai data iklim/temperature seperti climate data, wind protection, jadi ada informasi part protected
 
Thermal blocks : if a thermal block for meeting room,
Jadi, Archicad punya setting untuk memasukkan data (juga menyediakan data default) tentang human heat, service hot-water, humidity lead, etc. Archicad akan melakukan analisa building geometry, material dan openings ketika melakukan generates pada model melalui space boundaries-nya

Wednesday, December 7, 2022

Webinar ICEE ITB 2023 sesi 2 - Green Design Building with ArchiCAD (part 1)

 


Setelah di sesi pertama, lebih banyak membahas BIM (Building Information Modelling) secara garis besar, sesi kedua ICEE ITB 2023 ini mendatangkan pembicara (expert) yaitu Sir Sandor(?), salah satu staff Graphisoft. Informasi latar belakang beliau ini bisa jadi kurang tepat, ya intinya tujuan beliau mengenalkan konsep GDB (Green Design Building) dan apa yang bisa ditawarkan produk ArchiCAD terkait konsep GDB.

Distributor produk Graphisoft di Indonesia adalah Piranusa. Jadi, kalau mau pakai produk mereka, ya beli legalnya, udah pasti mehong. By the way, negara-negara maju sekarang memang sedang giat mempromosikan konsep GDB ini. Mari kita berdoa konsep GDB juga mulai digerakkan di Indonesia, walaupun tetep faktor eksternal lain dari proses design konstruksi dengan konsep Green Building ini pasti ada ya
 
Incentive
- request by the owner for certification
- request by code --> minimal energy performance
- to impress the client?
- against the engineer
- make better design decisions
- competitive advertisement
 
Deterrents
- too complex (jujur aja, penggunaan software BIM dengan informasi-informasi standar saja cukup ribet, apalagi suatu produk fisik itu mendapat tambahan informasi-informasi yang berkaitan dengan konsep GDB)
- not for architect
- needs additional software
 
Energy use mostly use for :
- Transportation (26%)
- Building (39%)
- Industry (35%)
Number will growing because developing countries have new demands, appliances, climate change, buildings need better performing for participating in green lifestyle. Jadi, mempromosikan konstruksi infrastruktur dengan konsep GDB itu bisa menjadi jawaban untuk menciptakan konstruksi bangunan dengan environment yang lebih efisien.
 
Ada 3 (tiga) tahap yang menjadi fokus antara lain, building lifecycle, building materials dan building operations (50 yrs)
Jadi goal yang mau dicapai melalui produk ArchiCAD adalah perancangan awal yang memang sudah source of goal yaitu support design decisions from the early phases

Menurut IEA (International Energy Autonomous) , one of the largest end-use sectors is ENERGY CONSUMPTION
Jadi, bagaimana cara untuk mengurangi penggunaan konsumsi yang berlebihan?
- regulations and codes -->certification mandatory
- green building standard voluntary
- green building rating system voluntary. Rating ini dilakukan oleh pihak ketiga biasanya organisasi pemerintah atau organisasi independen yang memang kerjanya fokus di bidang terkait.

Tuesday, December 6, 2022

Marine Automation and System Intergrator by PT BATERA ID


 

Beberapa waktu lalu, perusahaan mendapat tawaran bekerja sama dari perusahaan yang bekerja di bidang Autonomous Bathymetry dari PT Batera ID. Jadi diadakanlah pertemuan secara daring via Zoom sebagai media untuk memperkenalkan prototype ini kepada perusahaan.

Intinya yang ditawarkan adalah prototype dengan 2 mesin yaitu garmin black box dan garmin sonar. PT Batera ID ini sendiri bekerja di bidang penyedia teknologi otomasi (IoT) dan intergrasi sistem untuk kapal laut. 
Mesin sonar ini akan menggunakan metode multibeam karena memang area cakupannya lebih luas, lebih efisien secara waktu, dan result 3D yang jelas lebih baik dari single beam.
Kelebihan dari prototype mesin mereka ini adalah result dari mesin sonarnya bisa langsung terlihat di darat (petugas yang di kapal) secara real time karena mesin ini akan bersifat wireless. Ditambah lagi, mesin akan memiliki fitur berupa record yang bisa digunakan untuk analisis selanjutnya.
 
Hal yang ditawarkan lainnya dari PT Batera ID ini adalah beberapa fitur/komponen yang memberatkan memori aplikasi dibuang atau yang masih bisa ditambahkan, jelas akan ditambahkan sesuai kebutuhan perusahaan terhadap mesin sonar ini. Yang diharapkan misalnya, mesin sonar ini diharapkan mampu melakukan uji suntik lapisan tanah secara geometika dan geodesi juga. Atau, benda-benda didalam air yang terdeteksi (secara nama dan/atau jenis) dapat dibedakan berdasarkan warna yang lebih beragam.
 
Karena pada dasarnya pemetaan batimetri itu hanya 3 jenis :
1) manual;
2) USV (pakai remote, pemetaan lebih baik dari manual, tapi masih kurang rapi alurnya/kurang akurat), dan;
3) AV (ini menggunakan metode miniDV sehingga bisa berjalan sesuai koordinat yang diinput/diplot sebelumnya bisa dipantau melalui drone, jadi hasil pemetaan tinggal diinput ke aplikasi BIM)
Caranya : generate jalur, kemudian hasil scanning di-lock lalu diinput ke aplikasi.
 
  • Apabila bertemu obstacle seperti tanaman air, mesin akan diperlengkapi dengan gear, jadi bisa menghancurkan tanaman air tersebut (untuk sementara, targetnya hanya lumut atau rumput laut saja), jadi mesin tetap bisa mengikuti jalur dengan melewati tanaman air tersebut.
  • Apabila bertemu obstacle seperti batu besar, batu karang, dsb, nanti akan dibuatkan algoritma sendiri dengan 3 (tiga) kemungkinan antara lain : mesin akan menerobos obstacle, mesin akan melakukan re-route atau menghindari obstacle dengan bergerak miring kemudian kembali ke jalur awal.
Jadi, kerjanya tuh bakal begini....
Mesin garmin dan mesin sonar ini dipasang/ditempel di kapal (bagian mulut bawah kapal). Karena menggunakan dynamic positioning, jadi kapal bisa menyeimbangkan diri ketika menghadapi obstacle di sisi kanan, sisi kiri, sisi belakang dan sisi depan.
Kapal juga mampu mendeteksi kecepatan aliran air saat ini, itulah mengapa prototype ini diyakini mendapatkan result lebih lurus dan lebih akurat/sesuai dengan koordinat awal. 
Ketika menghadapi obstacle, kapal mampu bergerak menghindar sendiri dan untuk situasi seperti itu, sudah dapat dipastikan, bidang scanning mengalami sedikit perubahan dari koodinat awal. Hal ini bisa terjadi karena sudah disetting algoritma yang bisa melakukan pemetaan berupa rotate otomatis bila berupa obstacle.
Untuk mendapat signal yang lebih baik, garmin sonarnya akan dibuat portable sehingga posisinya bisa diubah-ubah.
Terkait akurasi, dari PT Batera ID hanya menyampaikan mengikuti akurasi alat batrimetri pada umumnya, karena alat ini baru berupa prototype yang baru mau dibuild oleh mereka.
Terkait durasi mesin, cukup dicharge selama 2 jam dengan menggunakan colokan seperti motor listrik untuk dapat dipakai kurang lebih selama 30 menit saja.
Kerapatan sensor berfungsi untuk kedalam 50 meter (di danau, jeti) dan 70 meter (di sungai), dengan transfer radio sejauh 10 km. Belum bisa untuk cover laut lepas karena cakupan areanya terlalu luas untuk dibaca mesin sonar.

Saran dari perusahaan :
karena kebutuhan perusahaan memiliki mesin sonar dengan kemampuan yang lebih baik dari metode manual tapi harganya tidak mahal- mungkin pertimbangannya metode UAV atau AV- jadi ketika ada aktivitas memeriksa laju sentimen pada bendungan yang diperhitungkan durasi (5x dalam 1 tahun), jadi diharapkan mesinnya bisa tahan lama, memang sesuai dengan koordinat inputan, tapi harganya juga affordable sesuai dengan harga yang bisa dipenuhi oleh perusahaan. Diharapkan juga alatnya sudah bisa dibawah laut (underwater), bukan sekedar dipasang di badan kapal ataupun dalam kondisi terapung.

Perusahaan terakhir pakai produk Ex*on, manual, dikerjakan selama 1-2 hari dengan result mendeteksi sebesar 2.7 m3.

Kisi-kisi Soal Teknik Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) - Bagian 4

  Cek bagian 1 disini Cek bagian 2 disini Cek bagian 3 disini  ===========================================================================  ...